Nanda Fira Pratiwi

Long-Life Learner Wanna be

Ya, Drug Trafficker dari Cianjur merupakan bacaan pertama di praktikum Sosiologi Umum TPB IPB. Drug trafficker dari Cianjur merupakan artikel yang bercerita tentang lika liku hidup si Meirikan Franola alias Ola. Setelah lulus dari SMA, dia merantau ke Jakarta dan jadi DJ. Nah, karna kehidupan malam yang serba bebas, akhirnya Ola melahirkan seorang anak laki-laki, namanya Eka Prawira. Ola membesarkan eka tanpa bapak loh, dan Ola tetap bekerja jadi DJ bahkan sampai ke Bali, uwooww.

Ola pun ga galau lagi, karna dia udah ketemu WN Nigeria bernama Tony, awalnya Tony ngaku punya bisnis pakaian jadi, dan sejatinya laki-laki adalah tukang gombal, Ola pun jadi tergoda sampe akhirnya mereka <i> cohabit</i> dulu baru nikah di Cianjur. Lama kelamaan, belangnya Tony ketahuan nih, dia ternyata temparmen karna suka mukulin Ola bahkan nyulut bada Ola pake api rokok. Tapi, katanya Ola tetap cinta ama Tony. Ga cuma itu, setelah anak pertama mereka (berarti anak keduanya ola) lahir,  Tony ketahuan kalo ternyata dia bukan pebisnis pakaian jadi, tapi seorang bandar narkoba, bahkan anggota jaringan sindikat narkoba internasional. Cerita punya cerita, akhirnya Ola keikutan dalam lubang hitam per-narkoba-an. Awalnya Ola cuma disuruh jadi kurir, tapi lama-lama dia juga jadi drug trafficker alias pengatur lalu lintas narkoba, jadi Ola yang nyari-nyari jalur aman buat ngedarin narkoba. </br>
Mereka juga akhirnya makin kaya dari bisnis narkoba, karna sekarang mereka udah ngajak dua saudaranya Ola, Deni dan Rani yang ‘terpaksa’ ikut juga karna terlilit hutang ke Tony. Untungnya, aksi mereka ketahuan ama polisi, awal tahun 2003, Ola, Deni, Rani ketangkap di Bandara Soeta, waktu itu mereka mau bawa narkoba ke London. Sedangkan Tony, udah tewas tertembak polisi. Ola pun dijatuhi hukuman mati. </br>
Lenyap, kisah Ola pun tenggelam oleh banyak isu lain di Negeri ini, sampai kemarin (baru-baru ini maksudnya) Presiden SBY memberikan grasi alias keringanan hukuman dari hukuman mati menjadi seumur hidup atas pertimbangan kalau Ola punya 3 anak yang harus dia rawat. Tapi sayangnya, Ola ga tobat2 juga, mungkin temen2 ada yang tau berita tentang wartawati dan suaminya yang seorang WNA juga tertangkap polisi karna menyelundupkan narkoba, dan mereka berdua adalah kurirnya Ola. Nah loh, dari dalam penjara aja Ola bisa ngendaliin lalu lintas narkoba, gimana nanti kalau dia jadi dikasih grasi dan bebas. Kalau pertimbangannya adalah anak-anak Ola, nanda rasa itu ga fair, karna belum tentu dalam pengasuhan Ola, anak-anaknya jadi orang baik. Trus gimana dengan nasib jutaan anak muda yang make narkoba, ga dipertimbangin tuh??.

Meski nanda cuma silent reader tentang isu hukum negara, tapi menurut nanda pemberian grasi merupakan keputusan yang nunjukin kalau hukum kita ga lagi buta, hukum yang katanya ga pandang bulu seolah-olah cuma jadi slogan aja. Jadi, mewujudkan negara yang adil dan taat hukum mungkin cuma mimpi aja buat negara kita, kalau grasi-grasi dan remisi masih diberikan untuk penjahat-penjahat negeri ini.



Kisah Sebatang Pohon Pisang

Author: nandan09
11 5th, 2012

Suatu hari, ada dua kakak beradik sebut saja namanya Fira dan Tiwi. Mereka  sedang tersesat dan kelaparan di hutan. Setelah lelah mencari jalan keluar, mereka memutuskan untuk menetap di hutan sambil ngecas I-phone biar GPS mereka bisa ke detect ama intel, hehe. Akhirnya mereka menemukan sebatang pisang ratu (karna mereka perempuan jadi pisangnya ratu) yang sedang berbuah matang. Karna sama-sama lapar, mereka pun memperebutkan batang pisang tersebut. Karna Fira adalah kakak, dia mengajak adiknya untuk berbagi batang pohon saja, dan adiknya meminta bagian atas yang sedang berbuah ranum dengan alasan bahwa adik (tiwi) lah yang pertama kali melihat pohon tersebut. Sang kakak pun mengalah, ia memberikan bagian atas pohon pisang dan ‘ngences’ melihat adiknya yang sedang makan pisang sun pride, eh salah pisang ratu. daripada putih mata melihat adik, sang kakak pun mencari alternatif makanan lain untuk diversifikasi pangannya, hoho.

Beberapa bulan kemudian, mereka tetap tidak bisa men-charge Iphonenya dan memenuhi kebutuhan makannya dari makanan yang ada dihutan, karna udah jelas mereka ga bisa minta delivery pizza –a. Persedian pisang sang adik juga sudah habis untuk dibikin banana split, banana juice, fried banana atau pisang goreng dan sampai ke es pisang ijo.

Namun ada yang berbeda dari kisah sang kakak, bagian bawah batang pisang ratu yang tadi menjadi bagian kakak, ternyata ditanam oleh sang kakak dan sekarang sudah berbuah, sekarang diliran sang kakak yang menikmati pisangnya. sedangkan si adik menyesal karena dulu bersikeras menginginkan bagian atas pohon pisang. Hikmahnya, bersabarlah dengan segala kekurangan yang saat ini kita miliki, lalui semua keberatan itu dengan kesabaran, karna suatu saat kita akan memetik hasilnya yang manis, semanis pisang sunpride di Alfamidi 😀

*sebenernya nanda juga ga tau kalo bagian bawah batang pisang itu bisa ditanam apa enggak, hehehe.